Halaman Awal

28 November 2025

Persalinan Kakakku, Buah Hati yang Ditunggu

        (Foto: Dokumen Yahya Yabo)


28 Juli 2025, jadwal yang telah ditetapkan dokter kandungan kakakku. Persalinannya telah ditentukan setelah Hari Perkiraan Lahir (HPL) pada 10 Agustus 2025. 


Saya bersama orang tua dan ipar sehari sebelumnya telah mengantarkan kakakku untuk masuk dalam perawatan sebelum persalinan. Rujukan dokter telah dipersiapkan, arahan untuk masuk dalam perawatan kamar bersalin dan kandungan. Pukul 17.00 WITA, kami mengantarnya ke rumah sakit. Rumah sakit yang tidak jauh dari tempat tinggal kami, cukup 10 menit perjalan dari rumah. Rumah sakit milik perusahaan yang umum digunakan masyarakat sekitar. RS PKT namanya.


Masuk dalam perawatan kamar 7 ruang edelwis, kakakku menjalani perawatan satu malam sebelum persalinannya. Kamar perawatan kapasitas dua orang, tapi kakakku masih sendiri dalam ruangan dengan ukuran 4x6 meter ditemani suaminya.


Pagi, esok harinya, pukul 07.30 WITA aku bersama keluarga kembali datang ke rumah sakit. Melihat kakakku yang akan melakukan persalinan. Dari arahan dokter, ia dianjurkan untuk melakukan operasi caesar atau sectio caesarea dengan berbagai pertimbangan keilmuan dokter dan kesepakatan kakakku.


Waktu menunjukkan 07.39 WITA, kakakku diantar ke ruang operasinya. Diantar perawat bersama suaminya dengan menggunakan bed (ranjang) pasien. Saya bersama orang tua turut mengantar ke ruang operasi hingga ke depan pintu kamar operasi. Ibu bapak bersalaman dengan kakakku. Saya terakhir ikut menyalami kakakku dan mencium tangannya sebelum masuk ruang operasi. Ruang operasi tidak boleh dimasuki selain petugas. Kami disuruh menunggu di luar, di ruang tunggu. Saya bersama keluarga ikut menunggu di luar ruangan. Ruangan tunggu luar disediakan tempat duduk dengan 13 kursi besi yang menjadi ciri khas rumah sakit. 


Sebelumnya, kakaku telah menanti kehamilannya hingga 9 tahun. Menikah dengan suaminya pada Februari 2016 lalu. Selama waktu itu pula, kakaku bersama suaminya terus mengupayakan bersama kehamilan yang dinanti sebagai anak pertama. Hingga akhirnya Desember 2024 kabar bahagia datang dari kakakku yang mengabarkan telah mengandung. Hati kami bahagia sekeluarga mendapat kabar dari kakakku. Penantian yang telah diupayakan dengan kebaikan. 



Pukul 09:15 WITA kakakku keluar ruang operasi. Setelah kami menunggu satu jam lebih. Tapi selesai operasi pukul 08.21 WITA, anak kakakku telah lahir. Perjuangan ibu yang melahirkan diibaratkan menaruhkan nyawa ibu dan keselamatan bayi 



Tangisan bayi pecah dalam ruang operasi, memecah sunyi yang sedari tadi bersama kami. Rasa syukur turut menjelma di kalbu kami bersama keluarga. Terlebih, kakakku dan suaminya yang telah menanti buah hati selama sembilan tahun. 



Alhamdulillah, bayi lahir, sehat dan selamat. Ibunya selamat dan sehat. Walau bekas operasi pasti masih terasa sakit. Bayi berat 3,3 kilogram, panjang 50 cm. Buah hati yang selama ini dinantikan telah lahir, kasih sayang dan cinta serta usaha dan doa turut menyertainya. Namanya Ahmad Zenith Mabarakka, keponakanku, putra pertama kakakku dan suaminya, Irmayanti dan Almisbah.


"Selamat datang nak, semoga menjadi anak yang soleh dan menjadi kebanggaan orang tua dan keluarga," tulisku di akhir tulisan. 




*Yahya Yabo, Paman dari Ahmad Zennit Mabarakka 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sering Dibaca